Mar
13
Dear MK…
Maret 13, 2009 | Tagged Bloger Contest, Cinta Banget, Lomba menulis | 83 Comments
Dear MK…
Tak terasa sudah setengah tahun kita bersama. Kehadiranmu membuat jalan dan langkah kakiku terasa enteng. Kamu selalu menemani hari-hariku dengan sabar dan setia.
Ingat, kamu selalu mendampingiku ke manapun aku pergi? Mengantarku kerja, menjemput teman, mengantar jemput pujaan hati bahkan ikut mengantar adik dan Mamaku sampai kita semua kecelakaan waktu lebaran.
Meskipun harus lecet-lecet, diguyur hujan, ditabrak orang, bersyukur kita semua masih selamat dan tetap bisa bersama hingga sekarang.
Kehadiranmu begitu berarti. Kau bagai malaikat yang tiba-tiba muncul dan berdiri di depan rumah dengan ramah, berpenampilan rapi dan bersih.

Sejak hari itu aku memiliki harapan panjang, hari-hariku berlalu dengan ceria dan waktuku tidak lagi terbuang percuma.
Akupun rela mengorbankan hasil jerih payahku. Aku telah mengubah lembar-lembar buku karyaku menjadi lembaran ratusan ribu, aku telah mampu mengubah suara dan petikan gitar menjadi kepingan uang logam, juga telah dapat mengubah tetes-tetes keringat menjadi cairan bahan bakar bensin. Aku bekerja lebih semangat, giat dan rajin. Semuanya kulakukan demi kamu, segalanya kuserahkan hanya untukmu.
Tapi… tak kuduga, sepertinya hubungan kita harus berakhir sampai di sini. Maaf, ini sama sekali di luar dugaan. Kondisi keluargaku sedang kacau. Perekonomianku lumpuh. Sekarang, hasil jerih payah dan keringatku akan kuserahkan dan kukorbankan untuk keluarga. Hasil ngamen, hasil kerja dan hasil menulis harus kuberikan untuk melunasi utang-utang Orang-Tuaku yang terkena ‘musibah materi’.
Maaf, ternyata aku lebih mencintai keluargaku. Aku lebih mencintai dua adik, satu kakak dan keponakan terutama Dua orang yang telah merawatku sejak kecil. Cintaku pada mereka lebih besar daripada cintaku padamu.
Tapi tentu saja aku takan melupakanmu begitu saja. Aku takan lupa akan arti hadirmu yang sangat berpengaruh besar pada pergaulanku. Teman-teman yang makin bertambah banyak, gadis-gadis yang semakin terpikat dan orang-orang di sekeliling yang melihat kita iri sekaligus bahagia karena kita selalu bersama kemana dan dimanapun berada.
Selalu ada kamu dimana ada aku.
Kamu yang tak pernah banyak bicara namun selalu menerima siapapun untuk menjadi tempat bersandar tanpa membeda-bedakan status, jenis kelamin bahkan kepribadian sesorang.
Kamu selalu menjadi saksi atas apa yang aku lakukan. Ketika aku bertengkar dengan kekasihku, ketika aku berselisih paham dengan temanku, bahkan ketika aku mencoba berselingkuh, kamu satu-satunya yang tahu kejahatan cintaku itu.
Kamu menungguiku saat aku latihan Band dan rekaman di studio. Kamu juga sabar menanti setiap aku sibuk beraktifitas di dunia maya. Kamu tak takut gelap dan rela kotor terkena debu jalanan dan polutan saat aku asyik mengamen di perempatan.
Kini kita hanya tinggal menghitung hari. Jika memang kau jodohku, maka percayalah pada keajaiban hingga tak perlu ada korban. Baik keluarga ataupun kau, takan ada yang akan mampu memisahkan, kita akan tetap bersama jika Tuhan mau bermurah hati merestui serta memperpanjang perjodohan ini melalui seorang malaikat Penolong yang entah apa atau siapa.
Tapi saat menunggu kejaiban dan malaikat itu muncul, kita hanya bisa pasrah. Dan aku tetap pada keputusanku; bahwa aku akan lebih memilih keluargaku. Aku akan melepaskanmu jika harus benar-benar memilih. Mengertilah, ini sebuah dilematis yang sangat berat untuk kuputuskan.
Sekali lagi, aku sayang kamu, tapi aku lebih sayang keluargaku.


Maafkan aku… MK-ku…
Aku benar-benar minta maaf padamu…
Motor Kredtitanku….


Feb
9
Posterous Importer
Februari 9, 2010 | | Comments Off
Feb
9
New Theme: Steira
Februari 9, 2010 | | Comments Off
Feb
8
Kamar Nomor Satu
Februari 8, 2010 | Tagged puisi | Leave a Comment
Sayang, dengarkanlah aku
Ingatlah ini saat engkau hendak melupakanku
Alarm jam adalah suaraku
Membangunkanmu dari mimpi buruk
Agar kau bergegas menyambut pagi yang sejuk
Dan menjalani mimpi terindah di dunia nyata
Air adalah kasih sayangku
Yang kau perlukan untuk membersihkan segala noda
Yang kau butuhkan setiap kau dahaga
Dan yang kau gunakan untuk membasuh luka
Pakaianmu adalah jiwaku
Karena kita adalah Satu
Kututupi segala keindahan dirimu
Agar orang hanya melihat penampilan luarmu
Dan tak menyadari kesempurnaan jiwamu
Alas kakimu adalah langkahku
Tujuanku hanya ditentukan kemana kau berjalan
Kau boleh melepaskanku jika akan masuk ke area suci
Dan aku selalu menunggumu dari batasan yang wajar
Ponselmu adalah jantungku
Yang setiap saat kau genggam
Bila tak kau isi dengan cintamu
Aku tak akan bisa hidup lagi
Pintu kamarmu adalah hatiku
Kau boleh keluar masuk sekehendakmu
Boleh datang dan pergi kapanpun kau mau
Karena hatiku selalu terbuka untukmu
Kalaupun tidak, itu hanya kau sendiri yang menutupnya
Dinding dan tembok adalah sifat dan sikapku
Membatasimu bukan untuk mengekangmu
Tapi untuk melindungi dan memberikan rasa aman
Agar kau tak diterpa banyak godaan dari luar
Supaya kau bias selalu tenang dan bersantai
Atap dan paying adalah tutur kataku
Meneduhkan dan menaungi dirimu
Saat tangisan menjadi hujan deras
Dan gejolak emosi menjadi kemarau panjang
Angin air conditioner adalah nafasku
Ketika hatimu panas dan gerah
Akulah yang akan meniupkan kesejukan
Membelai wajah dan rambutmu
Serta menyegarkan pikiran dan perasaanmu
Sinar lampu kamarmu adalah cahaya cintaku
Intensitas gelap dan terangnya ada di tanganmu
Karena aku tak akan mampu menerangi hidupmu lagi
Jika kau sudah tak mau membuka mata
Kasurmu adalah ragaku
Yang memberikan kenyamanan saat kau lelah
Yang akan mengantarmu terlelap
Dan menikmati mati sementara yang sangat nikmat
Bantalmu adalah dadaku
Tempat kau menyandarkan penat dan masalah
Serta beban pikiran yang memberatkanmu
Agar damai selalu menyertai di sampingmu
Selimutmu adalah dekapanku
Menghangatkanmu dari kedinginan dan rasa sepi
Agar kau semakin terlindungi dari berbagai ancaman
Serta ketakutanmu pada gelap sudah pasti akan hilang
Ketahuilah kasih, kamar yang selalu kau tempati ini
Adalah ruang terdalam di lubuk sanubariku
Cikarang-Bekasi September 2005
Feb
6
Di Sebuah Ruang Tunggu
Februari 6, 2010 | Tagged puisi | Leave a Comment
Aku tak bisa buka pintu hatimu
Karena kau yang pegang kuncinya
Namun kucoba untuk mengetuknya juga
Agar kau bersedia terbuka dan menyambut cintaku dengan mesra
Tanpa ragu atau paksa
Dan bukanlah salah kita apabila
Ada yang masuk lebih dulu tanpa diduga
Kemudian mencuri perhatianmu
Aku hanya dapat menunggu di beranda jiwa
Di sebuah ruang kosong yang hampa
Berharap suatu saat
Kau akan menyebut dan memanggil namaku
Lalu menyapaku dalam penantian
Dan kaupun mengajakku seraya berkata;
“Mari masuk ke dalam hatiku,
Tak ada siapa-siapa di sana…”
Dari judul cerpen ‘Pacar Pena’ dalam buku Love Fool (Hal-hal konyol Yang Gue Lakuin Demi Cinta)

Feb
5
Improved Polls and Ratings
Februari 5, 2010 | | Comments Off
Jan
28
Post by Email Wrapup
Januari 28, 2010 | | Comments Off
Jan
28
Vox Importer
Januari 28, 2010 | | Comments Off
Jan
26
WordPress Personas for Firefox
Januari 26, 2010 | | Comments Off
Jan
22
WordPress Foundation
Januari 22, 2010 | | Comments Off
It is with extremely great pleasure that I point you to the first post at the new WordPress Foundation site. Not only am I excited about the things that will happen under the auspices of the Foundation, I’m excited to see a site running the 3.0 development version and the nascent theme called 2010. Go check it out for yourself.
Jan
20
New Theme: monochrome
Januari 20, 2010 | | Comments Off




